Thursday, December 18, 2014

Sex 7 Lawan Satu

Namaku Cynthia. aku selalu “haus seks”. Entah itu karena keperawananku yang diambil oleh mantan cowokku ato itu karena libidoku yang besar. Sejaksaat itu, aku selalu mencari cowok yang bisa aku ajak nge-seks. Aku tidak peduli itu cowok apa, yang penting dia punya barang yang bisa memuasin aku. Banyak sekali teman teman cowok ku yang datang di apartemenku kalo aku lagi tidak ada kelas. Begitulah hidupku di LA. Sekarang aku mau cerita tentang
pengalaman seks ku yang tak terlupakan.
*****
“Hmph, capek nih” umpatku dalam hati.
Hari itu aku kuliah sampai jam 9 malam. Parkiran mobil pun sudah gelap. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir
di belakang gedung science. Ketika sampai di mobil,
HP ku berbunyi. Ternyata si Rei.
“Halo Cyn, lagi ngapain?” tanya si Rei.
“Ini nih, lagi mo pulang baru aja selesai kelas”
sahutku sambil menstater mobil.
“Ooh, mo ke sini ga? Kita ntar mo ngadain pesta nih.
Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Rei pun
nyerocos.
“Oh ya? Mau donk, kalo gitu gue ke sana sekarang
deh” jawabku dengan senangnya.
“OK deh. Bye”
Sejak hidup di LA, aku selalu suka dengan kehidupan
malam. Pesta, diskotik ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengendarai mobilku ke tempat Rei. Rei adalah anak orang kaya. Apartemenya yang terletak di daerah BH itu sangat mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku di depan Liquor Store. Ketika aku turun dari mobil, banyak cowok bule yang melihat dan bersiul kepadaku. Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34c itu pun tampil kian menggoda. Memang payudaraku
cukup besar untuk orang seukuranku. Ketika aku
sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun
berbunyi lagi. Ketika kulihat nama Rei, aku segera
menjawab. Hanya percakapan kecil yang terjadi,
ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku
pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol
corona. Setelah membayar, aku pun segera
mengemudikan mobilku ke tempat Rei. Dengan
kemacetan LA aku pun tiba di tempat Rei setelah
setengah jam di mobil. Rei pun menyambut ku dengangembira. Ketika aku masuk, ternyata tidak ada seorang
pun di situ selain aku dan Rei.
“Kok ga ada anak anak? Katanya mo pesta?” tanyaku
keheranan.
“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil
tersenyum.
“Siapa aja sih?” kejarku.
“Cowok-cowok lah, 7 orang deh kayaknya.” katanya
sambil berjalan ke dapur.
“Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.
Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa?
Loe ga suka? Kan loe biasanya suka main keroyokan.
Apalagi kalo ceweknya cuman loe sendiri.”
“Loe gila ya? loe bikin pesta buat cuman ngentotin
gue rame rame?” tanyaku dengan kaget.
“Bukannya loe suka kayak gituan, apalagi barang
mereka gede gede lagi. Tenang aja, dijamin puas”
imbuhnya sambil ketawa nyengir.
Aku cuma diam saja. Rei memang sering nge-seks
denganku, tapi kita tidak pacaran. Aku juga pernah nge-seks dengan Rei dan dua temannya. Tapi kali ini
TUJUH orang. Aku takut tapi aku juga terangsang.
Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Rei tau itu. Rei tau semua tentang
aku. Tapi aku cuma tau sedikit tentang Rei. Dia
sangat suka melihat cewek di entot rame rame.
“Kenapa? kok bengong?” tanya Rei sambil mengusap
usap tangannya ke pantat kiriku.
“Ga kenapa kenapa kok” jawabku singkat.
Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei.
Tangan Rei yang tadi cuman memegang pantat kiriku,
kini meremas remas pantatku dengan kerasnya.
“Udah lah Rei, siapin dulu donk makanan buat
pestanya” kataku sambil menepis tangannya.
“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gue ga liat loe
telanjang” katanya santai.
“Ya udah kalo loe mau, tapi siapin dulu donk
makanannya. Habis itu kalo ada waktu gue mau mau
aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.
“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem
ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dibuka doank”
katanya sambil memasang muka mesum.
“Iiih, benci gue ama loe” kataku sambil mencuekin
muka mesum dia.
“Ya udah gue bikinin salad deh. Mau ga?”
“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.
Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan
tangan Rei menjelajahi pantatku. Aku yang sudah
biasa dengan itu cuma mendesah desah kecil. Aku
merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku
sampai ke pinggangku. Dia hanya bersiul ketika
melihat pantatku yang penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa melihat semuanya. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Aku pun meneruskan mengaduk salad ketika dia menurunkan g-stringku sampai ke lantai. Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira Rei akan segera memasukan penisnya ke dalama memekku, tetapi dia hanya menurunkan rok ku dan merapikannya.
Aku terheran heran ketika dia melakukan itu tapi aku
tidak mengatakannya. Kini tangan Rei mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi leherku. Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dengan agak keras. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Rei. Rei pun mulai melepas baju ketatku. Rei hanya diam ketika dia melihat tubuhku yang setengah telanjang. Aku yang sudah sangat terangsang mulai memijit mijit penis Rei dari luar celananya. Rei pun melenguh keenakan ketika aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan. Rei tidak diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya. Aku yang hanya memakai rok mencoba membuka baju Rei. Tapi Rei cuman menepis tanganku. Rei pun ketawa ketika melihatku kebingungan. Rei pun mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yang berserakan di lantai. Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat terangsang. Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas dengan baju itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Rei pun kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan.
“Boleh juga toket loe, lebih keliatan gede lho” katanya
sambil meremas remas toketku.
“Mau loe apa sih Rei? Mau ngentot ga sih loe?”
tanyaku sudah tidak sabar.
“Oh, loe mau ngentot?” tanya nya dengan muka sok
innocent.
Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku
menjawab telpon apartement Rei berbunyi. Aku tau kalo teman temannya sudah ada di luar. Mereka Cuma minta dibukain pintu saja.
“Nih kalo loe mau ngentot, mending loe sekarang emut
kontol gue sampe gue keluar” tantangnya
“Ada tamu Rei” kataku sambil kebingungan.
Rei pun segera memencet tombol untuk membuka
pintu apartemen. Apartemen Rei ada di lantai 8.
“Masih ada waktu kok”, kata Rei sambil meringis, “ayo
mau ga?”
“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat
ke pintu.
“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalo loe suka nge
seks, apalagi gue udah kasih tau mereka kalo loe suka
di gangbang. Udah nyerah aja, ntar juga loe pasti
ngemut kontol mereka juga”.
Aku pun hanya diam dan berjongkok di depan dia.
Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Rei hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku ketika aku memasukkan
penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku
memang pandai sekali memberi Deep Throat. Ketika aku memberi dia deep throat, Rei pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Rei hanya tersenyum ketika aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil. Rei pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku dengan tissue. Tak lama,
Pintu apartemen Rei pun terbuka dan masuklah tujuh
orang yang tidak aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yang lebih dari biasa.
“Halo Rei, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Rei
yang akhirnya kuketahui namanya Donny.
“Oh dia Cynthia, temen gue” Kata Rei santai “Kenalan
sana”
Singkat kata, aku pun berkenalan dengan mereka
semua. Aku tidak bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Rei pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ketika aku sedang mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yang memegang pantat ku. Aku kira itu tanganmilik si Rei, jadi aku hanya diam dan meneruskankerjaanku.
“Hmm, boleh juga pantat loe”
Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Rei aku
pun kaget dan segera menepis tangan itu.
“Pinter juga si Rei kalo cari cewek” ternyata itu si
Donny.
“Udah ga usah sok jual mahal, Rei udah ngomong
kalo loe itu suka seks” imbuhnya.
Aku sangat sakit kaget ketika dia ngomong secara
terus terang. Aku hanya diam saja sambil menunduk
malu.
“Loetau kenapa loe di sini?” tanyanya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala saja.
“Loe itu di sini buat muasin kita kita. Mending loe
sekarang ikutin aja apa yang aku bilang ato loe
bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya
mengancam.
Aku yang tidak punya pilihan lain hanya mengangguk
menurut.
“Hehehehe.. bagus. Sekarang loe temenin mereka
ngobrol trus gue bakalan siapin minumannya.”
suruhnya.
Aku pun hanya mengangguk dan mengambil salad
yang tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya. Aku baru tau kalo mereka itu bermain poker, tapi yang menang bisa menyuruh salah satu dari yang kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat. Aku pun tersadar, jadi ini maksud Rei mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Rei yang tersenyum kemengangan. Tak lama, Donny pun dating membawa minuman. Dia memberiku sebotol corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde pertama di mulai, mereka pun segera dengan cepatnya mengatur kartu mereka. Aku yang tidak tau apa apa, cuma melihat kartuku dan meminum
coronaku. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka
menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku. Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalo aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar itu. Aku yang setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku dengan tanganku. Tak lama kemudian,
mereka memulai ronde yang kedua. Aku merasa
bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dengan melayangnya rok ku. Memekku yang tak berambut itu sudah tidak tertutupi apa apa. Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Donny telah mencampurkan obat perangsang ke dalam bir ku. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.
“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Rei
dengan santainya.
Aku cuma diam saja dan menunduk.
“Kalo mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Cyn”
imbuhnya.
Aku sangat malu, tapi aku juga terangsang dengan
hebatnya. Aku yang masih menggesek gesekan
pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka
cuma tertawa melihatku seperti itu.
Aku pun berkata ke Rei “Rei, please masukin kontol
loe”.
Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai
mengeluarkan kontolnya.
Rei pun menjawab “Kalo loe mau dientot, loe ngomong
ama mereka semua, jangan cuma gue doank. Ntar
yang lain kan iri” katanya mengejek.
“Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil
merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai
meremas remas kontolnya.
Mereka hanya ketawa dan memanggilku “maniak
seks”, “cewek gila kontol” dan lain lain nya.
Aku pun segera memasukan kontol yang kupegang itu
ke mulutku. Kumulai dengan mencium kepala
kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah
tegang. Empunya kontol itu pun segera mengeluh
tertahan dan memegang kepalaku dan memaksaku
memasukan kontolnya yang panjang itu ke mulutku.
Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan
kontol lain menerobos dinding vaginaku. “Ooh”,
lenguhku tertahan. Seseorang yang mengentotku dari
belakang itu segera memaju-mundurkan kontolnya di
memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong
pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding
rahimku. Salah seorang dari mereka memukul
pantatku hingga merah dan memasukan salah satu
jarinya ke dalam anusku. Aku pun hanya melenguh
keenakan. Ketika aku masih keenakan merasakan jari
di anusku, kontol yang ada di mulutku segera
menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan.
Aku pun mulai menjilati kontol itu dengan maksud
membersihkannya. Cowok yang kujilati kontolnya itu
hanya tersenyum dan meremas toketku.
Dengan tiba tiba, cowok yang memompaku dari
belakang menarik kontolnya. Aku yang masih belum
keluar menoleh dengan protes tapi kulihat kalo itu
ternyata si Donny yang memompaku dan Donny hanya
berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum. Dia pun
menyuruhku untuk menungging dengan tangan di
meja makan. Aku pun menurut saja. Ketika aku sudah
dalam posisi menungging, Donny pun dengan
kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku pun
menjerit menahan sakit yang luar biasa itu. Setelah
dua menit kesakitan, aku pun mulai merasa
nikmatnya anal seks. Aku pun segera mengikuti irama
Donny, dan Donny pun segera mengangkat kedua
pahaku dengan kontol yang masih di anusku. Aku pun
tidak punya pilihan lain selain bersandar kebelakang
supaya tidak jatuh. Donny dengan pelannya menaik
turunkan tubuhku sambil memutar badannya. Maka
memekku pun terpampang dengan jelas ke cowok
cowok yang laen. Aku sangat kaget ketika aku melihat
si Rei merekam kejadian itu dan temannya memfotoku.
Tapi, kenikmatan yang aku dapatkan dari Donny
menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku
segera menggerang gerang keenakan sambil memilin
milin puting kananku. Aku merasa ada cairan
vaginaku yang menetes keluar. Kemudian, aku merasa
si Donny mulai mempercepat kocokannya di anusku.
Aku yang takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke
belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat
dengan bebas. Aku pun juga melihat lampu lampu
flash kamera yang mengabadikan kejadian itu. Donny
pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang sudah
disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh
dengan telungkup dengan kontol yang masih di
anusku. Dengan cepatnya, si Donny mencabut kontol
itu dan segera mengeluarkan spermanya di dalam
gelas wine yang bening. Aku yang kelelahan cuma
melihat itu dengan penuh tanda tanya.
Belum sempat aku mengatur nafas, Donny
menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih. Aku
menjilati kontol itu dengan perasaan yang jijik.
Kemudian salah satu dari mereka segera
mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke
memekku. Aku pun cuma melenguh tertahan. Cowok
itu segera memaju mundurkan kontolnya dengan aku
keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil
karena kontol itu sangat besar diameternya. Aku
merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. Aku
merasa seperti sandwich karena diapit kedua cowok
besar itu. Tak lama kemudian aku pun orgasme lagi
dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera
mencabut kontolnya dan mengeluar kan air mani
merek di dalam gelas wine. Aku masih bingung
dengan itu, tapi ketiga orang yang belom mengentotku
segera mengeroyokku. Ada yang memasukkan
kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot
toketku. Aku sudah seperti di dalam sorga dunia.
Aku tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam
itu. Mereka mengentotku dengan nonstop. Selalu ada
kontol yang mengisi vaginaku. Ketika mereka semua
sudah selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa
dengan kepala di bawah. Aku sudah tidak tahu apa
yang terjadi tapi dengan samar samar aku lihat Donny
memasukan leher botol bir yang masih penuh isinya ke
vaginaku. Aku pun segera terasadar dengan adanya
benda dingin di vaginaku, tapi aku sudah terlalu
capek untuk berontak. Aku hanya bisa melihat Donny
menaik turunkan botol itu di vaginaku. Kemudian, aku
merasakan bir yang meleleh turun dari vaginaku ke
toketku. Kemudian, Donny segera menarik botol bir itu
dan menyuruhku membuka bibir memekku dengan
tanganku. Akupun hanya menurut saja. Kemudian, aku
melihati Donny memasukan sedotan ke dalam
memekku yang penuh dengan bir dan dengan segera
aku merasakan bir itu disedot oleh Donny dan
ditelannya. Mereka semua tertawa ketika melihatku
melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang
sudah terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di
lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.
Keesokan paginya, aku pun terbangun dengan sebuah
mentimun di memekku. Aku kebingungan dan aku
lihat cowok cowok itu sudah tertidur dengan lelapnya
di sebelahku dan di sofa. Aku pun segera
mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Ketika aku
bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan
sakitnya memekku. Dengan sedikit tertatih aku
berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos
putihku dan rok ku yang langsung kukenakan. Akupun
berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan diri.
Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak
acakan, pintu kamar mandi terbuka dengan tiba tiba
dan aku lihat Donny menyeruak masuk. Aku cuma
melihat apa yang bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia
dengan tanpa malu mulai kencing dengan enaknnya.
Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala
dengan jijik. Setelah aku selesai menyisir rambutku,
aku segera keluar secepat mungkin dari kamar mandi
itu sebelum si Donny menyuruhku berbuat yang
macam macam.
Aku pun segera mencari dompet dan kunci mobilku
ketika Rei memegang tanganku dan menyuruhku
minum pregnancy pil. Rei menyuguhkan pil itu dan
segelas air putih yang langsung kuminum.
“Hebat juga lo Cyn semalem” pujinya
“Sakit semua nih Rei” jawabku sambil meringis “Gue
pulang dulu ya capek nih”
“Ya udah tapi minum ini dulu ya?” katanya sambil
menyogorkan gelas yang penuh dengan sperma “gue
tau loe pasti suka”
“Aduh Rei gue laper banget, dari kemaren malem gue
blom makan” jawabku mengiba.
“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah
cepet minum” tegasnya.
“Iih maksa banget sih” gerutuku.
Rei pun segera mengambil video camnya dan
menyuruhku bergaya seolah olah aku menikmati
minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil
menegak habis sperma itu.
Rei pun tersenyum dan berkata “Mulai hari ini kalo loe
ke mana mana usahain jangan pake beha ato celana
dalem, ok? jadi ntar kalo gue kepengen ngentot, cuma
tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.
“Gila loe” umpatku sambil ngeloyor pergi.

No comments: